Monosodium glutamat (MSG) dan garam merupakan dua bahan yang sering digunakan dalam proses memasak untuk meningkatkan rasa makanan. Meskipun keduanya memiliki peran dalam meningkatkan cita rasa, namun ada perbedaan mendasar antara keduanya, loh. Yuk, temukan perbedaan MSG dan garam di sini!
Apa Itu MSG?
Melansir dari Mayo Clinic, MSG adalah penguat rasa yang seringkali digunakan sebagai bumbu tambahan dalam masakan dan juga sayuran kalengan. The U.S Food and Drugs Administration mengklasifikasikan MSG sebagai bahan makanan yang secara umum dianggap aman dan kandungannya dicantumkan dalam label kemasan.
Pada dasarnya, MSG atau yang dikenal oleh masyarakat Indonesia dengan sebutan micin merupakan bentuk garam dari asam glutamate (asam amino) seperti yang terkandung dalam tomat dan keju. Fungsinya adalah untuk membuat rasa makanan jadi lebih gurih dan kuat.
MSG terbuat dari ekstraksi dan kristalisasi kaldu rumput laut. Namun saat ini MSG diproduksi melalui fermentasi pati, bit gula, tebu, atau molase. Metode ini sangat mirip dengan proses yang digunakan untuk membuat yogurt, cuka, dan anggur.
Proses pembuatan MSG
Dulu MSG dibuat dengan mengekstrak glutamat dari kaldu rumput laut. Namun kini prosesnya lebih modern dan aman, yaitu melalui fermentasi bahan alami seperti:
- pati
- tetes tebu
- umbi bit untuk gula
Proses fermentasi ini mirip dengan pembuatan yogurt, keju, cuka, hingga anggur. Setelah fermentasi menghasilkan asam glutamat, barulah dilakukan tahap pemurnian dan kristalisasi hingga menjadi butiran MSG yang dikenal sekarang.
Fungsi dan Produksi MSG
MSG tidak hanya sekadar membuat makanan lebih gurih, tetapi juga memiliki fungsi sebagai berikut:
- Meningkatkan rasa umami sehingga rasa bahan utama tetap dominan, bukan tertutup asin garam.
- Mengurangi penggunaan garam, karena rasa gurih membantu menekan jumlah natrium total dalam masakan.
- Menonjolkan cita rasa asli bahan makanan, terutama pada sup, tumisan, dan hidangan berkuah.
MSG dan Kesehatan
Kementerian Kesehatan RI menyatakan bahwa MSG aman dikonsumsi selama tidak berlebihan. FDA juga memasukkan MSG ke kategori GRAS (Generally Recognized as Safe).
Justru dalam banyak penelitian, penggunaan MSG dapat membantu mengurangi konsumsi garam karena kandungan natriumnya lebih rendah dibanding garam meja.
Perbedaan MSG dan Garam
Perbedaan antara MSG dan garam bisa dilihat dari beberapa hal, diantaranya adalah sebagai berikut:
1. Komposisi bahan
- Monosodium glutamat (MSG) adalah senyawa kimia yang terdiri dari natrium dan asam glutamat. Asam glutamat adalah salah satu jenis asam amino yang memberikan rasa umami pada makanan.
- Garam meja atau natrium klorida, terdiri dari natrium dan klorida. Natrium klorida merupakan mineral alami yang ditemukan di bumi dan juga diperoleh melalui proses ekstraksi dari sumber-sumber alam.
2. Efek pada rasa
- MSG memberikan rasa umami yang kaya pada makanan. Umami adalah salah satu dari lima rasa dasar yang dikenal sebagai rasa enak, gurih, dan meningkatkan rasa kaldu daging dalam sebuah hidangan.
- Garam hanya memberikan rasa asin pada makanan. Asin merupakan rasa dasar yang dikenal oleh lidah manusia dan sering digunakan untuk meningkatkan rasa makanan.
3. Penggunaan dan dampak pada kesehatan
- MSG sering digunakan sebagai penyedap rasa untuk meningkatkan rasa umami dalam berbagai hidangan. Tak perlu khawatir, Kementerian Kesehatan Republik Indonesia yang menyebutkan bahwa konsumsi MSG sebagai bahan tambahan pangan penguat rasa bukanlah hal yang membahayakan, selama digunakan dalam takaran yang tepat. Pada umumnya MSG dapat ditemukan dalam bumbu masak instan dan penyedap rasa, seperti yaitu Masako® Rasa Ayam sebagai salah satu produk dari ajinomoto.
- Garam digunakan sebagai penyedap rasa untuk memberikan rasa asin pada makanan dan digunakan juga untuk proses pembersihan dalam berbagai proses memasak. Batas konsumsi garam per hari menurut Kementerian Kesehatan Republik Indonesia adalah sebesar 2000 mg atau setara dengan satu sendok teh setiap harinya. Sebab konsumsi garam berlebihan dapat menyebabkan tekanan darah tinggi dan meningkatkan risiko penyakit jantung dan stroke.
Jenis Kaldu Bubuk yang Aman Digunakan Sehari-hari
Buat Moms yang ingin tetap menghadirkan rasa gurih tanpa berlebihan menggunakan MSG atau garam, pilihan jenis kaldu bubuk bisa menjadi solusi. Pastikan memakai produk yang:
- terbuat dari bahan alami (ekstrak daging atau ekstrak jamur)
- kandungan garamnya sesuai AKG
- tidak menggumpal
- rasanya seimbang (gurih, asin, dan aroma pas)
Di antara berbagai pilihan, varian Masako® menjadi salah satu rekomendasi penyedap rasa yang aman untuk kesehatan dengan formulasi tepat dan bahan yang jelas.
Rekomendasi Penyedap Rasa yang Aman untuk Kesehatan
Berikut pilihan bumbu dapur Indonesia yang lebih sehat sekaligus lezat untuk digunakan sehari-hari:
1. Masako® Rasa Ayam
- Terbuat dari ekstrak daging ayam asli dengan perpaduan rempah pilihan.
- Sudah mengandung garam beryodium sehingga membantu mengontrol jumlah garam tambahan.
- Cocok untuk olahan ayam dan sayuran .
2. Masako® Rasa Sapi
- Terbuat dari ekstrak daging sapi pilihan, memberikan rasa kaldu yang hangat dan kaya.
- Bumbunya berpadu halus sehingga cocok untuk berbagai hidangan seperti sop, semur, tumisan, dan aneka olahan daging sapi.
- Bisa membantu mengurangi penggunaan garam tambahan karena rasa gurihnya sudah pas.
- Cocok untuk olahan daging dan sayuran.
3. Masako® Rasa Jamur
- Dibuat dari 3 jenis jamur asli, yaitu tiram, kancing, dan shiitake.
- Rasanya ringan, gurih pas, dan tidak menutupi rasa asli bahan, sehingga cocok untuk menu vegan maupun non-vegan.
- Teksturnya mudah larut dan tidak mudah menggumpal.
- Cocok untuk tumis sayur, sup jamur, capcay, hingga ikan dan seafood.
- Harga kompetitif dan tersedia ukuran kecil (10g) yang praktis untuk pemakaian harian.
4. Masako® Light
- Varian rendah garam dengan natrium 25% lebih sedikit dibanding Masako® Regular.
- Dirancang untuk keluarga yang ingin bijak garam tanpa mengurangi cita rasa masakan.
- Menghadirkan rasa kaldu ayam yang gurih pas, lebih ringan, dan tetap lezat.
- Cocok untuk masakan anak, lansia, atau keluarga yang ingin mengurangi konsumsi garam harian.
MSG atau Garam, Mana yang Lebih Baik?
MSG adalah penyedap rasa yang aman dan bermanfaat untuk memberikan rasa umami, sedangkan garam memberi rasa asin sekaligus kebutuhan mineral tubuh. Keduanya aman bila digunakan dengan bijak.
Jika Moms ingin pilihan yang lebih seimbang, praktis, dan sehat, penggunaan jenis kaldu bubuk seperti Masako® Rasa Ayam, Masako® Rasa Sapi, dan Masako® Rasa Jamur bisa menjadi solusi terbaik.
Selain menghadirkan rasa gurih alami, kandungan garamnya juga sudah mengikuti rekomendasi AKG sehingga lebih aman untuk konsumsi keluarga sehari-hari.





