Pencinta Mie, Ini 4 Perbedaan Soun dan Bihun

Share

Dalam dunia masak-memasak, bihun dan soun merupakan dua jenis mie putih yang sering kali dijadikan sebagai bahan campuran dalam bakso atau menjadi salah satu bahan utama dalam masakan.

Apa Itu Soun dan Bihun?

Soun adalah mi bening tipis yang biasanya terbuat dari pati kacang hijau atau pati ubi/tepung kanji. Setelah dimasak, soun cenderung transparan, licin, dan kenyal. Sementara bihun: adalah mi putih tipis yang umumnya berbahan dasar beras. Teksturnya lebih rapuh sebelum dimasak, dan setelah matang tetap berwarna putih pucat dengan gigitan yang lebih padat dibanding soun.

Keduanya bisa dimasak jadi menu makanan sehat dan bergizi bila Moms menambahkan protein (ayam, telur, udang) serta sayuran (wortel, sawi, kol).

Meski keduanya memiliki tampilan yang sama, namun tahukah bahwa bihun dan soun merupakan dua hal yang berbeda loh, Moms. Agar tidak salah sebut dan keliru dalam memilih bahan masakan, yuk ketahui beberapa perbedaan soun dan bihun berikut ini!

Tabel Perbedaan Soun dan Bihun

Untuk memudahkan Moms dalam memahami perbedaan soun dan bihun, berikut tabel yang bisa digunakan:

 

Soun

Bihun

Bahan Dasar

Pati (kacang hijau/umbian/kanji)

Beras (rice vermicelli)

Tekstur

Lebih licin, kenyal, mudah menyerap kuah

Lebih padat, “bite” jelas, cocok ditumis

Warna

Bening/transparan setelah matang

Putih pucat meski sudah matang

Fungsi

Cocok untuk sup, tumis basah, isian lumpia, salad

Pas untuk tumis kering, bakso goreng, bihun kuah

 

4 Perbedaan Soun dan Bihun

Untuk lebih jelasnya, simak penjelasan mengenai perbedaan mie bihun dan soun berikut ini:

1. Asal-usul dan Bahan Baku

Soun

Jika ada yang bertanya mie soun terbuat dari apa, maka jawabannya adalah sari pati kacang hijau. Namun, ada juga yang terbuat dari ubi jalar, kentang, atau tepung tapioka. Proses pembuatan soun melalui beberapa proses, seperti:

  • Pemilihan dan perendaman kacang hijau selama semalaman penuh agar teksturnya lunak.
  • Setelah direndam, kacang hijau digiling hingga menjadi pasta atau bubur.
  • Bubur kacang hijau disaring atau diperas untuk diambil patinya dan memisahkan ampasnya.
  • Air perasan kacang hijau dibentuk menjadi mi dengan cara ekstrusi melalui cetakan atau mesin pemotong khusus dengan ukuran panjang yang diinginkan.
  • Mi yang sudah dipotong kemudian disusutkan atau dikeringkan secara alami atau menggunakan mesin pengering.

Bihun

Pada umumnya, bihun terbuat dari tepung beras. Hampir sama dengan soun, berikut ini proses pembuatan bihun yang bisa Moms simak.

  • Memilih dan merendam tepung beras (atau campuran tepung lainnya) untuk membentuk adonan.
  • Adonan dibentuk menjadi bola-bola kecil, kemudian digiling menjadi lembaran tipis baik menggunakan tangan atau mesin.
  • Lembaran tipis dikeringkan secara alami atau menggunakan mesin pengering, lalu dipotong sesuai ukuran yang diinginkan membentuk bihun.
  • Bihun yang sudah dipotong kemudian dikemas dan siap dijual.

Selain soun dan bihun, ada juga misoa. Misoa terbuat dari apa? Misoa atau misua merupakan sejenis mi dengan tekstur yang tipis, halus, dan lembut yang terbuat dari campuran tepung terigu dan telur yang biasanya digunakan dalam berbagai masakan Asia Timur, seperti Tiongkok, Taiwan, dan Filipina. 

Baca Juga: Asli! Ini 3 Resep Mie Goreng Aceh Sederhana

2. Tekstur dan bentuk

Perbedaan soun dan bihun selanjutnya terletak pada tekstur dan bentuknya. Dalam kondisi kering, tekstur soun terasa lebih tipis, transparan, sangat kuat, dan liat. Tekstur soun akan berubah lebih kenyal, licin, mudah menyerap air, dan mudah putus setelah direndam dalam air selama kurang lebih 15 menit. Dibandingkan dengan soun, bihun memiliki tekstur yang lebih keras, kenyal, mudah patah, serta bentuknya lebih panjang dan lebar.

3. Keberagaman penggunaan dalam masakan

Mengingat bahwa soun memiliki tekstur yang lebih lembut dan mudah menyerap air, maka sangat cocok digunakan sebagai salah satu bahan dalam membuat hidangan berkuah seperti sup dan hidangan tumis. Lain halnya dengan bihun yang memiliki tekstur lebih kuat, maka sering digunakan dalam hidangan yang membutuhkan bahan dasar mi yang tahan lama, seperti bihun goreng.

4. Nutrisi dan kesehatan

Melansir dari situs Hello Sehat, dalam satu porsi bihun (180 gram) terdapat 192 kalori, 42 gram karbohidrat, 1,8 gram serat, dan 33 gram natrium. Sementara dalam porsi yang sama, soun mengandung 291 kalori, 121 gram karbohidrat, 0,8 gram serat, dan 14 miligram natrium. Meski kalori dalam soun lebih tinggi, makan seporsi bihun jauh lebih mengenyangkan karena kandungan seratnya lebih tinggi.

Selain mengenyangkan, berikut ini manfaat yang bisa didapatkan dengan mengonsumsi soun dan bihun bagi tubuh:

  1. Baik soun maupun bihun bisa dimanfaatkan sebagai pengganti nasi, sebab keduanya merupakan sumber karbohidrat kompleks sebagai sumber energi bagi tubuh.
  2. Soun dan bihun cenderung lebih rendah lemak dan kalori, sehingga cocok dikonsumsi oleh orang yang sedang memerhatikan asupan kalori atau sedang menjalani diet rendah lemak.
  3. Soun mengandung protein, vitamin, mineral, dan serat, meskipun jumlahnya tidak sebanyak makanan lain.
  4. Bihun merupakan makanan yang mudah dicerna.
  5. Bihun bisa dijadikan sebagai berbagai hidangan makanan lezat bagi keluarga dan disukai banyak orang.

Menu Olahan Soun Goreng dan Bihun Kuah

Olahan Soun Goreng 

  • Soun Goreng Sayur Ayam

Rendam soun hangat 5–7 menit, tiriskan. Tumis bawang putih, masukkan ayam suwir, wortel, sawi. Masukkan soun, kecap asin/manis secukupnya, dan Masako® Rasa Ayam agar gurih pas.

  • Soun Seafood Pedas

Tumis cabai, bawang, tambahkan udang/cumi, lalu soun terendam. Bumbui dengan Masako® Rasa Jamur untuk rasa umami ringan yang menyatu dengan seafood.

Olahan Bihun Kuah 

  • Bihun Kuah Ayam Bening

Rebus kaldu, masukkan bihun yang sudah direndam singkat. Tambahkan suwiran ayam, sawi, daun bawang, dan Masako® Rasa Ayam supaya kuahnya mantap.

  • Bihun Kuah Pedas Sapi

Kuah lada bawang sederhana dengan irisan bakso/iris tipis daging. Bumbui Masako® Rasa Sapi untuk kaldu yang lebih “berisi”.

Semua contoh di atas cocok sebagai ide masakan simple untuk harian.

5 Tips Memasak Bihun dan Soun agar Tidak Lembek

  • Baik soun maupun bihun cukup direndam air hangat sampai lentur (bukan lunak total), lalu tiriskan.
  • Saat menumis, Moms perlu memasaknya dengan cepat, gunakan api sedang dan aduk cepat untuk mencegah mie menyerap air berlebih.
  • Saus/kecap tambahkan saus atau kecap secara bertahap di akhir proses memasak agar tidak membuat mie becek.
  • Untuk bihun kuah, masukkan bihun terakhir, masak 30–60 detik saja.

Kunci rasa dengan kaldu yang pas. Gunakan Masako® sesuai menu, misalnya Masako® Rasa Ayam untuk rasa kaldu klasik, Masako® Rasa Sapi untuk kuah lebih “bold”, atau Masako® Rasa Jamur untuk rasa umami ringan. Hal ini membantu menjaga rasa tetap tegas meski waktu masak singkat.

Semoga informasi mengenai perbedaan soun dan bihun bisa menambah wawasan Moms dalam dunia kuliner, ya!

Subscribe untuk update resep bergizi dan info promo menarik dari Masako®