Pencinta Mie, Ini 4 Perbedaan Soun dan Bihun

Share

Dalam dunia masak-memasak, bihun dan soun merupakan dua jenis mie putih yang sering kali dijadikan sebagai bahan campuran dalam bakso atau menjadi salah satu bahan utama dalam masakan.

Meski keduanya memiliki tampilan yang sama, namun tahukah bahwa bihun dan soun merupakan dua hal yang berbeda loh, Moms. Agar tidak salah sebut dan keliru dalam memilih bahan masakan, yuk ketahui beberapa perbedaan soun dan bihun berikut ini!

4 Perbedaan Soun dan Bihun
Perbedaan bihun dan soun bisa dilihat dari beberapa hal, mulai dari bahan baku yang digunakan saat pembuatan, tekstur, bentuk, penggunaan, dan juga kandungan nutrisi di dalamnya. Untuk lebih jelasnya, simak penjelasan mengenai perbedaan mie bihun dan soun berikut ini:

1. Asal-usul dan Bahan Baku

  • Soun
    Jika ada yang bertanya mie soun terbuat dari apa, maka jawabannya adalah sari pati kacang hijau. Namun, ada juga yang terbuat dari ubi jalar, kentang, atau tepung tapioka. Proses pembuatan soun melalui beberapa proses, seperti:
    • Pemilihan dan perendaman kacang hijau selama semalaman penuh agar teksturnya lunak.
    • Setelah direndam, kacang hijau digiling hingga menjadi pasta atau bubur.
    • Bubur kacang hijau disaring atau diperas untuk diambil patinya dan memisahkan ampasnya.
    • Air perasan kacang hijau dibentuk menjadi mi dengan cara ekstrusi melalui cetakan atau mesin pemotong khusus dengan ukuran panjang yang diinginkan.
    • Mi yang sudah dipotong kemudian disusutkan atau dikeringkan secara alami atau menggunakan mesin pengering.
  • Bihun
    Pada umumnya, bihun terbuat dari tepung beras. Hampir sama dengan soun, berikut ini proses pembuatan bihun yang bisa Moms simak.
    • Memilih dan merendam tepung beras (atau campuran tepung lainnya) untuk membentuk adonan.
    • Adonan dibentuk menjadi bola-bola kecil, kemudian digiling menjadi lembaran tipis baik menggunakan tangan atau mesin.
    • Lembaran tipis dikeringkan secara alami atau menggunakan mesin pengering, lalu dipotong sesuai ukuran yang diinginkan membentuk bihun.
    • Bihun yang sudah dipotong kemudian dikemas dan siap dijual.

Selain soun dan bihun, ada juga misoa. Misoa terbuat dari apa? Misoa atau misua merupakan sejenis mi dengan tekstur yang tipis, halus, dan lembut yang terbuat dari campuran tepung terigu dan telur yang biasanya digunakan dalam berbagai masakan Asia Timur, seperti Tiongkok, Taiwan, dan Filipina. 

2. Tekstur dan bentuk
Perbedaan soun dan bihun selanjutnya terletak pada tekstur dan bentuknya. Dalam kondisi kering, tekstur soun terasa lebih tipis, transparan, sangat kuat, dan liat. Tekstur soun akan berubah lebih kenyal, licin, mudah menyerap air, dan mudah putus setelah direndam dalam air selama kurang lebih 15 menit. Dibandingkan dengan soun, bihun memiliki tekstur yang lebih keras, kenyal, mudah patah, serta bentuknya lebih panjang dan lebar.

3. Keberagaman penggunaan dalam masakan
Mengingat bahwa soun memiliki tekstur yang lebih lembut dan mudah menyerap air, maka sangat cocok digunakan sebagai salah satu bahan dalam membuat hidangan berkuah seperti sup dan hidangan tumis. Lain halnya dengan bihun yang memiliki tekstur lebih kuat, maka sering digunakan dalam hidangan yang membutuhkan bahan dasar mi yang tahan lama, seperti bihun goreng.

4. Nutrisi dan kesehatan
Melansir dari situs Hello Sehat, dalam satu porsi bihun (180 gram) terdapat 192 kalori, 42 gram karbohidrat, 1,8 gram serat, dan 33 gram natrium. Sementara dalam porsi yang sama, soun mengandung 291 kalori, 121 gram karbohidrat, 0,8 gram serat, dan 14 miligram natrium. Meski kalori dalam soun lebih tinggi, makan seporsi bihun jauh lebih mengenyangkan karena kandungan seratnya lebih tinggi.

Selain mengenyangkan, berikut ini manfaat yang bisa didapatkan dengan mengonsumsi soun dan bihun bagi tubuh:

1. Baik soun maupun bihun bisa dimanfaatkan sebagai pengganti nasi, sebab keduanya merupakan sumber karbohidrat kompleks sebagai sumber energi bagi tubuh.
2. Soun dan bihun cenderung lebih rendah lemak dan kalori, sehingga cocok dikonsumsi oleh orang yang sedang memerhatikan asupan kalori atau sedang menjalani diet rendah lemak.
3. Soun mengandung protein, vitamin, mineral, dan serat, meskipun jumlahnya tidak sebanyak makanan lain.
4. Bihun merupakan makanan yang mudah dicerna.
5. Bihun bisa dijadikan sebagai berbagai hidangan makanan lezat bagi keluarga dan disukai banyak orang.

Masako® Rasa Ayam Bumbu Penyedap untuk Soun dan Bihun
Agar hidangan yang terbuat dari soun dan bihun menghasilkan rasa yang semakin lezat dan gurih, pastikan untuk menambahkan Masako® Rasa Ayam sebagai bumbu penyedap tambahannya ya, Moms.  Hal ini karena Masako® Rasa Ayam terbuat dari ekstrak tulang dan daging ayam asli serta bumbu rempah pilihan, sehingga menghasilkan rasa kaldu yang lebih kuat seperti kaldu rumahan.

Tak perlu khawatir Moms, Masako® Rasa Ayam mengandung garam beryodium yang lebih sehat dan takarannya sudah mengikuti Angka Kecukupan Gizi (AKG) di Indonesia yang direkomendasikan, yaitu <1500 mg per hari. Dengan begini, Moms tidak perlu memberikan garam tambahan lagi ke dalam masakan, deh. 

Masakan di atas akan semakin lezat jika Anda menggunakan Masako Rasa Ayam. Dengan inovasi baru yang terbuat dari daging ayam utuh dan kombinasi rempah sehingga rasanya seperti kaldu buatan sendiri di rumah.

Semoga informasi mengenai perbedaan bihun dan soun bisa menambah wawasan Moms dalam dunia kuliner, ya!

Subscribe untuk update resep bergizi dan info promo menarik dari Masako®